Jumat, 08 Januari 2016

Mertua, sayangilah aku menantu perempuan mu

Tak jarang ku mendengar perseteruan antara mertua dengan menantu. Apa sebenarnya yang membuat menantu perempuan terkadang salah di mata mertua? Apa yang menjadikan jarak antara mertua dengan menantu perempuan? Mungkin para mertua terutama (ibu) merasa kasih sayang anak lelaki nya terbagi? Mungkin ada kecemburuan? entahlah hanya seorang ibu yang bisa menjelaskan. Mungkin nanti ketika anak lelaki ku sudah beristri, aku akan merasakan hal yang sama. Semoga (tidak), kenapa semoga (tidak)? Aku akan mengutarakan pengabdian seorang istri (menantu perempuan) kepada suami (anak lelaki mu).
Mertua... pengabdian menantu mu sangatlah besar kepada anak mu. Ketika dua insan ini mengikat janji suci kepada Allah, dengan sedih yang teramat sangat, ia (menantu perempuan) mu rela meninggalkan kedua orang tua serta kakak dan adik nya demi mengabdi kepada suami nya. Ia tinggalkan cita-cita nya yang telah ia impikan, bahkan ada yang rela meninggalkan pekerjaan/mata pencaharian nya. Ia melahirkan keturunan mu, merasakan sakit yang luar biasa saat melahirkan sama hal nya dengan mu serta membesarkan nya dengan baik. Bangun pagi menyiapkan sarapan anak mu, bila anak mu sakit menantu lah yang merawatnya. Di setiap doa, Ia selalu menyematkan nama anak mu. Ketika anak mu jatuh, Ia lah yang pertama menggenggam tangan anak mu.
Mertua... Kalian sangat beruntung ada wanita yang rela menemani anak mu dalam suka maupun duka,menyapu keringat nya ketika pulang bekerja, memijit seluruh badan nya ketika letih habis lembur dan melayani hasrat nya kapan pun ia minta tanpa dibayar alias gratissss. Menantu mu selalu belajar dan belajar untuk membuat masakan yang lezat agar masakan nya bisa selezat makanan yang kau buat, karena kata anak mu  masakan mu lah yang terlezat, menantu mu setia menunggu anak mu bila belum pulang hingga larut malam dengan perasaan yang tak menentu, apakah anak mu baik-baik saja atau tidak?


Mertua... sayangilah menantu mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar